Antara Pedang dan Pena

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ikhwani wa Akhwati….

Untuk saudara seimanku yang di rahmati Allah. Saat ini permasalahan mengenai Islam mulai merebak dan sebagian masalah tersebut timbul dari umat Islam itu sendiri. Miris memang tatkala sebuah kehancuran disebabkan oleh orang-orang yang ternyata muncul dari golongan umat Rasulullah juga, seolah umat Islam tidak bersatu dan memang sulit untuk dipersatukan.

Pemurtadan telah terjadi dimana-mana, kedzaliman para penguasa dengan semua tindak korupsi yang mementingkan ke-egoisan mereka yang menyebabkan para rakyat semakin tertindas semakin merebak, keadilan yang tidak pernah tegak di Negara Indonesia dan kufurnya sang pemimpin Negara dari hukum yang dibuatnya. Padahal sudah jelas bahwa kita ini hidup di bumi Allah maka mengapa harus membuat hukum lain, mengapa tak memakai hukum Allah yang sudah jelas dan tidak diragukan lagi.

Belum lagi pembunuhan yang dilakukan pemerintah terhadap Trio Bom Bali I, proses hukum yang dijalankan benar-benar tidak transparan, banyak pasal-pasal yang telah mereka buat ternyata mereka langgar sendiri.

Hingga pada tanggal 9 November 2008 pada pukul 00.15 eksekusi pun dijalankan dengan menembak mati ketiga Syuhada tersebut, insyaallah mereka syahid dan telah dinanti oleh bidadari-bidadari surga. Sungguh pemerintah yang zalim. Pantas saja banyak bencana dan permasalah yang timbul di Negara ini, mungkin itu merupakan salah satu azab yang diberikan Allah untuk Negara yang bobrok ini.

Saat melihat, mendengar dan merasakan semua masalah-masalah yang menyangkut aqidah, hukum yang bukan Islam dan perpecahan umat rasanya hati ini benar-benar bergemuruh. Dada ini sesak seolah tidak terima atas apa yang telah terjadi, tapi hingga detik ini pun aku pribadi tidak melakukan sedikit atau sesuatu hal pun untuk Islam, sementara perang sudah saatnya dimulai. Hati ini bergejolak, kepalan tangan ini menggenggam kencang, seolah semangat jihad fisabilillah berkobar dalam diri ini begitu kuat, tapi apa yang harus aku perbuat ??! terkadang saat hati ingin melakukan semua itu tapi ternyata aku tidak melakukan tindakan apapun. Bodoh !!! aku memang Bodoh !!! padahal sejak dini Allah sudah memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi musuh-musuh Allah seperti dalam Q.S. Al Anfaal, 8: 60 ”Dan siapkanlah untuk menghadapi kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kau nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”

Bagiku waktu adalah pedang yang suatu saat dapat menebas leherku sendiri apabila aku tidak benar-benar bisa memanfaatkannya. Berapa lama lagi aku hidup di dunia ini sementara belum ada sedikitpun yang aku lakukan untuk membela agama Allah yang saat ini mulai terinjak-injak oleh musuh-musuh Allah. Lalu bekal apa yang akan ku bawa di hari akhir kelak ?? Aku seperti hanya menyia-nyiakan waktu.

Dengan menulis banyak hal, mungkin ini salah satu cara untuk bisa memotivasi diri sendiri. Syukur Alhamdulillah apabila beberapa ungkapan hati yang kutulis di tiap lembar kertas dengan pena tinta hitam ini juga dapat memotivasi umat muslim yang lainnya. Amin. Harapanku dengan rangkaian kata demi kata ini merupakan salah satu cara untuk bisa berdakwah, menyampaikan suatu pesan yang mungkin tidak dapat dilisankan.

Ya Allah mengapa hingga saat ini aku belum bisa menjalanka perintah-Mu. Q.S. Ash Shaff, 61: 10 – 11 “Hai orang-orang beriman, sukakah kamu Aku tunjukan satu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.”. Namun, saat ini rasanya memang belum ada jihad dalam bentuk jiwa yang aku lakukan, tapi aku azamkan dalam hatiku bahwasannya aku harus meninfakkan harta yang Allah rezekikan padaku untuk modal jihad di jalan Allah. Dan saat ini pun aku harus menyisihkan uang yang aku punya untuk diinfakkan guna membeli peluru dan mesiu untuk membantai semua orang-orang kafir dan membeli pedang untuk menebas leher musuh-musuh Allah.

Karena Allah juga menganjurkan pada semua hambanya agar harta yang Dia berikan dipergunakan untuk Islam guna dapat meraih surga yang ada pada-Nya. “Surga Ku milik Ku, harta yang ada padamu juga milik Ku. Belilah surga milik Ku itu dengan uang Ku yang ada padamu.” (Hadist Qudsi)

Ya Rabb…. Engkaulah yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu, maka kehendakilah juga apa yang telah ku azamkan dalam hati ini. Jangan biarkan ghiroh yang ada ini memudar dan jadikan aku orang-orang terpilih di mata-Mu. Amin.

Saat ini mungkin Allah belum menginzinkan aku untuk menghunuskan pedang atau melesatkan peluru ke arah musuh, tapi semoga aku tetap bisa menguraikan tiap untaian pena dalam secarik kertas buram. Paling tidak semua pesan yang tersirat dalam tiap kalimat yang kutulis dapat meningkatkan kembali semangat membela Islam yang sempat menurun dalam diriku. Amin……

Akan ku sampaikan pula wasiat dari ke tiga Ikhwan Bom Bali I. Demi Allah aku tulis ini semua dengan sebenar-benarnya, tanpa ada sedikitpun penambahan atau pengurangan.

Wahai kaum muslimin, ketahuilah oleh kalian…! bahwa kedua tangan yang kita angkat untuk mengagunggkan ALLAH AZZA WA JALLA ketika takbiratul ihram didalam shalat juga harus kita gunakan untuk menghinakan orang-orang KAFIR dan para THAGUT yang telah menzalimi kaum muslimin, dengan memenggal LEHER-LEHER mereka…. karena dengan cara beginilah…mereka mau berhenti dari menzalimi kita.

– AMROZY- 23102008

Katakanlah kepada orang-orang kafir. “kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan di giring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali (Q.S. Ali Imron, 3:12)

Dalam 32 tahun keangkeran kezaliman dan kepongahan soeharto dengan mesin pembunuhnya tumbang sudah ! (gara-gara mereka memerangi mujahidin).

Emang siapa sich yang gak tau bahwa raksasa ompong si kafir Amerika dan antek-anteknya sekarang ini udah sekarat!?

Masa sich Andi Mattalata Uzza hubal manat, Hendarman Supanji, Abdul Hakim Ritonga dan seluruh hakim-hakim musyrik dari Bali nggak ngerti masalah ini, gak ngerti Amerika udah ‘klepek-klepek’!?

Seharusnya kalian itu mikir dikit (gak usah banyak2). bahwa Amerika yang kalian jongosi itu , yang katanya ‘super power’ itu udah keok, udah mau mampus, akibat kalah perang melawan mujahidin. Tentu kalian-kalian ini yang kroco-kroco lebih mudah untuk di “Smack Down !” oleh mujahidin.

Ah, Andi Hamba Latta Uzza, Hendarman, Ritonga dan gerombolan kalian ! kalian itu bukan apa-apa ! coba ngaca! emangnya kalian pikir kalo kami bertiga di eksekusi kalian bisa lenggang kangkung gitu ?! ya gak bakalan lah ! orang mau jadi PNS aja meski bayar, bahkan nyogok! apalagi kalian mo ‘ngilangin’ nyawa mujahidin !!!

So, gak ada Man !

Gak ada yang gratis !!!

Kalian (mungkin) bisa saja menentukan eksekusi kami, sesuai orderan dari Boss-boss kalian…..

Tapi….Ehem…!

Jawabannya adalah “apa yang kau lihat”, bukan “apa yang kau dengar”!

Ingat-ingat !

TIDAK ADA SETETES PUN DARAH MUSLIM YANG GRATIS!

-IMAM SAMUDRA- 23 SYAWAL 1429 H / 23 OKTOBER 2008 M.

Wahai saudaraku kaum Muslimin! Ingatlah wasiat, pesan dan kata-kata mutiara di bawah ini :

1. Segeralah bergabbung dengan khafilah para mujahidin dan tinggalkanlah para pembenci dan penggembos jihad

2. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad kecuali mereka akan hina (wasiat Abu Bakar Ash Siddiq

3. Rasulullah di utus dengan pedang agar Allag Ta’aladisembah satu-satunya dan tidak ada sekutu baginya….(H.S.R. Imam Ahmad)

4. Ad-Dien (Islam) tidak akan tegak kecuali dengan kitab (Al-Quran) yang memberi petunjuk dan pedang yang menolong (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)

5. jalan yang benar untuk menegakkan Ad-Dien dan khilafah Islamiyah adalah Al-Quran, pedang dan (ujian & cobaan) . (Al Ustadz Sayyid Qutb)

6. Wahai kaum Muslimin! hidupmu adalah jihad, kemuliaanmu adalah jihad, wujudmu sangat terkait dengan jihad, wahai para Da’i!tidak ada nilai bagimu hidup di bawah matahari jika kamu ayunkan pedangmu dan senjata-senjatamu da kamu hancurkan istana para thagut, orang2 kafir dan orang2 zalim. Sesungguhnya orang-orang yang menyangka bahwasannya Dinullah (agama Allah) bisa menang tanpa jihad, perang, darah dan korban anggota tubuh manusia, mereka adalah orang-orang yang salah lagi nglindur tidak mengerti tabiat agama ini. (Asy-Syaikh Abdullah Azzam)

7. Aku tidak takut dengan penjara, tidak juga denga hukuman mati, aku tidak gembira dengan grasi atau bebas, dan aku tidak bersedih hati ketika dihukum bunuh karena syahid fi sabilillah (di jalan Allah), dan ketika itu akan saya ucapkan ” demi Rabb (Tuhan) Ka’bah aku telah menang lagi berjaya” dan aku akan katakan juga “aku tidak peduli tatkala aku dibunuh dalam keadaan muslim dengan cara apapun yang penting pergolakanku di jalan Allah. (Asy-Syaikh Umar Abdur Rahman)

Dari saudaramu yang faqir kepada Rahmat ampunan Allah & yang mengharap ridha-Nya.

(ALI GHUFRAN bin Nurhasyim alias MUKHLAS)

Bumi Allah LP Batu Nusakambangan 23 Syawal 1429 H / 23 Oktober 2008 M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: